Selasa, 23 Oktober 2012

KARIES GIGI

Apa itu karies gigi ?

Definisi :
Karies gigi merupakan penyakit jaringan keras gigi yang paling sering ditemui. Penyakit ini ditandai
dengan adanya kerusakan pada jaringan keras gigi itu sendiri (lubang pada gigi).








Penyebab :
Keberadaan bakteri dalam mulut merupakan suatu hal yang normal. Bakteri dapat mengubah semua
makanan, terutama gula, menjadi asam. Bakteri, asam, sisa makanan, dan ludah akan membentuk
lapisan lengket yang melekat pada permukaan gigi. Lapisan lengket inilah yang disebut plak. Plak akanterbentuk 20 menit setelah makan. Zat asam dalam plak akan menyebabkan jaringan keras gigi larut dan terjadilah karies. Bakteri yang paling berperan dalam menyebabkan karies adalah Streptococcus mutans.




Gejala :
Karies ditandai dengan adanya lubang pada jaringan keras gigi, dapat berwarna coklat atau hitam.
Gigi berlubang biasanya tidak terasa sakit sampai lubang tersebut bertambah besar dan mengenai
persyarafan dari gigi tersebut. Pada karies yang cukup dalam, biasanya keluhan yang sering dirasakan
pasien adalah rasa ngilu bila gigi terkena rangsang panas, dingin, atau manis. Bila dibiarkan, karies
akan bertambah besar dan dapat mencapai kamar pulpa, yaitu rongga dalam gigi yang berisi jaringan
syaraf dan pembuluh darah. Bila sudah mencapai kamar pulpa, akan terjadi proses peradangan yang
menyebabkan rasa sakit yang berdenyut. Lama kelamaan, infeksi bakteri dapat menyebabkan kematian jaringan dalam kamar pulpa dan infeksi dapat menjalar ke jaringan tulang penyangga gigi, sehingga dapat terjadi abses.




Pemeriksaan :
Pemeriksaan yang akan dilakukan oleh dokter gigi adalah pemeriksaan klinis, disertai dengan
pemeriksaan radiografik bila dibutuhkan, tes sensitivitas pada gigi yang dicurigai sudah mengalami
nekrosis, dan tes perkusi untuk melihat apakah infeksi sudah mencapai jaringan penyangga gigi.















Penatalaksanaan :
Biasanya perawatan yang diberikan adalah pembersihan jaringan gigi yang terkena karies dan
penambalan (restorasi). Bahan tambal yang digunakan dapat bermacam-macam, misalnya resin
komposit (penambalan dengan sinar dan bahannya sewarna gigi), glass ionomer cement, kompomer,
atau amalgam (sudah mulai jarang digunakan).
Pada lubang gigi yang besar dibutuhkan restorasi yang lebih kuat, biasanya digunakan inlay atau onlay,
bahkan mungkin mahkota tiruan. Pada karies yang sudah mengenai jaringan pulpa, perlu dilakukan
perawatan saluran syaraf. Bila kerusakan sudah terlalu luas dan gigi tidak dapat diperbaiki lagi, maka
harus dilakukan pencabutan.






Pencegahan :
  • Sikat gigi dengan pasta gigi berfluoride dua kali sehari, pada pagi harisetelah sarapan dan malam hari sebelum tidur.
  • Lakukan flossing sekali dalam sehari untuk mengangkat plak dan sisa
    makanan yang tersangkut di antara celah gigi-geligi.
  • Hindari makanan yang terlalu manis dan lengket, juga kurangi minum
    minuman yang manis seperti soda.
  • Lakukan kunjungan rutin ke dokter gigi tiap 6 bulan sekali.
  • Perhatikan diet pada ibu hamil dan pastikan kelengkapan asupan
    nutrisi, karena pembentukan benih gigi dimulai pada awal trimester
    kedua.
  • Penggunaan fluoride baik secara lokal maupun sistemik.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar